labod Juli 23, 2021
Indonesia akan membeli lebih banyak jet latih KAI

MELBOURNE, Australia – Indonesia telah menandatangani kontrak untuk membeli lebih banyak jet latih KAI T-50, seiring dengan keinginan Thailand untuk menambah persediaan jetnya, yang menandai kesuksesan berkelanjutan untuk pesawat Korea Selatan.

Korea Aerospace Industries membuat pengajuan ke bursa saham Seoul pada 20 Juli mengumumkan penjualan enam jet latih T-50i lagi ke Indonesia, dengan nilai kontrak $240 juta.

Ini akan membawa armada pesawat latih canggih T-50i Indonesia menjadi 20 pesawat, dengan 16 diperoleh pada tahun 2012 untuk menggantikan pesawat latih lama BAE Systems Hawk 53 yang berasal dari tahun 1980-an yang saat ini beroperasi dalam peran pelatihan pesawat tempur canggih dan terdepan.

Pengiriman T-50i dimulai pada 2014 dan selesai pada 2018, tetapi dua kemudian terlibat dalam kecelakaan pada 2015 dan Agustus lalu.

Pesawat latih T-50i awalnya dikirim tanpa radar atau persenjataan, tetapi negara Asia Tenggara itu menandatangani kontrak dengan KAI pada tahun 2018 untuk memasang kembali radar dan meriam 20mm ke armada, dengan pekerjaan yang akan selesai sekitar tahun ini.

Angkatan Udara Indonesia kemungkinan akan menggunakan pesawat baru untuk secara progresif menggantikan armada pesawat latih dan serang ringan BAE Hawk 109/209, yang telah beroperasi sejak 1990-an.

KAI telah mendapatkan sejumlah keberhasilan ekspor dengan keluarga pesawat latih dan tempur ringan T-50, dengan Filipina, Korea Selatan dan Thailand juga mengoperasikan tipe tersebut di wilayah tersebut.

Negara yang terakhir juga telah mengumumkan sedang berusaha untuk meningkatkan armada T-50-nya, dengan Angkatan Udara Kerajaan Thailand atau Direktorat Operasi RTAF ingin membeli dua pesawat latih T-50TH lagi.

Thailand sudah memiliki 12 T-50TH dalam pelayanan atau pesanan dengan KAI. Tipe ini secara progresif menggantikan pesawat latih Aero-Vodochody L-39 Albatross RTAF, dan Thailand kemudian menandatangani kontrak dengan KAI pada tahun 2019 untuk meningkatkan radar armada dan sistem peperangan elektronik.

Malaysia juga dikatakan sedang mempertimbangkan T-50 untuk program Pesawat Tempur Ringannya sendiri. Jenis tersebut telah menjadi pesaing untuk program pelatih TX Angkatan Udara AS yang kemudian dimenangkan oleh Boeing T-7 Red Hawk.


Source : Togel Sidney