Organisasi merayakan pentingnya magang

Kebakaran besar terjadi di fasilitas minyak di Lebanon selatan


BEIRUT (AP) – Kebakaran besar terjadi di fasilitas minyak di Lebanon selatan, media pemerintah melaporkan Senin, mengatakan penyebabnya tidak segera diketahui.

Kantor Berita Nasional yang dikelola negara mengatakan tidak ada pekerja di dekatnya ketika api berkobar di sebuah kapal tanker bensin raksasa di desa pesisir Zahrani. NNA mengatakan mobil pemadam kebakaran bergegas ke daerah itu untuk membantu memadamkan api.

Kebakaran terjadi di dekat salah satu pembangkit listrik utama Lebanon, yang berhenti berfungsi dua hari lalu karena kekurangan bahan bakar. Lebanon sedang berjuang melalui krisis listrik yang serius di mana listrik terputus hingga 22 jam sehari.


Asap hitam tebal mengepul di atas area dari Instalasi Minyak Zahrani, sekitar 50 kilometer (30 mil) selatan Beirut.

Pihak berwenang memblokir jalan raya utama yang menghubungkan Beirut dengan Lebanon selatan yang melewati Zahrani.

Kebakaran hari Senin terjadi lebih dari setahun setelah kobaran api di pelabuhan Beirut memicu ledakan besar yang menewaskan sedikitnya 215 orang, melukai ribuan orang dan menghancurkan fasilitas dan lingkungan sekitarnya. Ledakan di pelabuhan Beirut disebabkan oleh ratusan ton amonium nitrat, bahan yang sangat mudah meledak yang digunakan dalam pupuk, yang tidak disimpan dengan benar selama bertahun-tahun.

Tahun lalu, sebuah perusahaan Jerman menemukan bahan nuklir berbahaya yang disimpan di fasilitas di Zahrani. Delapan kontainer kecil yang beratnya kurang dari 2 kilogram (4,4 pon) yang berisi garam uranium yang terdeplesi dipindahkan tidak lama kemudian.

Bahan tersebut telah disimpan di fasilitas tersebut sejak tahun 1950-an, ketika dijalankan oleh Mediterranean Refinery Company, atau Medreco. Medreco adalah perusahaan Amerika yang pemegang saham utamanya adalah Mobil dan Caltex dan aktif di Lebanon selama empat dekade hingga akhir 1980-an.

Source : Keluaran HK