labod Juli 3, 2021
Paus angkat 2 uskup di Indonesia


Paus Fransiskus pada hari Sabtu mengangkat seorang uskup agung di Palembang dan seorang uskup di Padang di Indonesia.

Oleh staf reporter Berita Vatikan

Di antara pengangkatan Paus Fransiskus lainnya pada 3 Juli adalah masing-masing uskup di Chad dan Meksiko, dan 2 uskup di Italia.

Palembang Archdiocese

Di Indonesia, dia pindah Bishop Yohanes Harun Yuwono Tanjungkarang sebagai Uskup Agung Palembang, di provinsi Sumatera Selatan. Pengangkatannya pada malam ulang tahunnya yang ke-57 terjadi setelah Paus menerima pengunduran diri Uskup Agung Palembang Aloysius Sudarso. Uskup Agung terpilih Yuwono lahir pada tanggal 4 Juli 1964 di Way Ray – Padang Dermin, Keuskupan Tanjungkarang. Ia menyelesaikan studi filosofis dan teologisnya di Santo Petrus Inter-diocesan Major Seminary in Pematangsiantar, Sumatra.

Ia ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 8 Desember 1992, untuk Keuskupan Pangkalpinang. Setelah itu, dia diberi tanggung jawab sebagai berikut:

– 1993-1994: Pastor paroki pembantu di Sungaliat dan bertanggung jawab atas paroki Mentok.

– 1994-1998: Ia memperoleh gelar sarjana Islamologi dari Institut Kepausan Studi Arab dan Islam – PISAI di Roma, Italia.

– 1998-2008: Formator di Santo Petrus Seminari Tinggi Antar Keuskupan; dosen islam di STFT Saint Yohanes Institut Filsafat dan Teologi dan rektor kursus persiapan di Pematangsiantar

– 2008-2009: Selama tahun cuti panjang di Filipina ia mengambil kursus singkat di Institut Pastoral Asia Timur di Manila, Filipina.

– 2009-2010: Rektor Santo Petrus Seminari Tinggi Antar Keuskupan Pematangsiantar dan Guru Besar Agama Islam di STFT Santo Yohanes.

– 19 Juli 2013: Diangkat menjadi uskup Tanjungkarang dan ditahbiskan pada 10 Oktober berikutnya following

– 10 Oktober 2013: Uskup yang ditahbiskan.

Keuskupan Padang

Di tempat lain di Indonesia, Paus Fransiskus menunjuk Father Vitus Rubianto Solichin S.X., sebagai Uskup Keuskupan Padang, Provinsi Sumatera Barat. Imam berusia 52 tahun dari Perkumpulan Saleh Santo Fransiskus Xaverius untuk Misi Asing (Xaverians), adalah dosen di seminari besar dan rektor Sekolah Filsafat, Jakarta.

Tahta Padang kosong sejak wafatnya Uskup Martinus Dogma Situmorang, OFM Cap., pada 19 November 2019.

Pastor Solichin, lahir pada 15 November 1968 di Semarang, Pulau Jawa. Dia masuk Santo Petrus Kanisius Seminari Menengah di Mertoyudan, Semarang, dan kemudian Serikat Santo Fransiskus Xaverius untuk Misi Asing (Xaverians). Ia melanjutkan studi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, dan studi teologi di Fakultas Teologi Kepausan Wedabhakti, Yogyakarta. Ia mengucapkan kaul religiusnya di Jemaat Xaverian pada 18 Maret 1996. Setelah ditahbiskan sebagai imam pada 7 Juli 1997, ia mengemban tanggung jawab berikut.

– 1997-2001: Memperoleh lisensi Kitab Suci di Pontifical Biblical Institute di Roma, Italia.

– 2001-2007: Guru Besar Kitab Suci di Sekolah Tinggi Filsafat dan Seminari Tinggi Driyarkara Bandung.

– 2007-2012: Memperoleh gelar dalam teologi Biblika di Universitas Kepausan Gregorian, Roma. Sejak 2013: Guru Besar dan Wakil Ketua Bidang Akademik Driyarkara di Jakarta; anggota Tim Formasi Xaverian dan Dewan Provinsi Xaverian Indonesia.

– Sejak 2015: Rektor Sekolah Tinggi Filsafat Jakarta.

– Sejak 2018: Ketua Perhimpunan Cendekiawan Alkitab Indonesia.

Source : Keluaran HK