labod Januari 4, 2021
Paus menerima pengunduran diri Kardinal Kenya John Njue


Paus Francis telah menerima pengunduran diri Kardinal John Njue, yang telah menjabat sebagai Uskup Agung Nairobi sejak 2007.

Oleh reporter staf Vatican News

Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri Kardinal John Njue dari pemerintahan pastoral Keuskupan Agung Metropolitan Nairobi, Kenya, Kantor Pers Takhta Suci mengumumkan pada hari Senin.

Kardinal Njue, lahir di Kiriari, Distrik Embu, Kenya, tahun 1944, menjabat sebagai Uskup Agung Nairobi sejak 2007.

Biografi Kardinal John Njue

Kardinal John Njue, Uskup Agung Metropolitan emeritus Nairobi (Kenya), lahir pada tahun 1944 di Kiriari, Distrik Embu, Kenya. Ia ditahbiskan menjadi imam oleh Paus Paulus VI pada 6 Januari 1973. Ia meraih gelar doktor dalam bidang filsafat dari Universitas Kepausan Urbaniana dan gelar doktor dalam bidang teologi dari Universitas Kepausan Lateran.

Pada tahun 1974 ia diangkat menjadi guru besar filsafat dan dekan mahasiswa di Seminari Tinggi St. Augustine, Mabanga di Bungoma, di mana ia juga menjadi rektor dari tahun 1978 hingga 1982.

Pada tahun 1982, ia diangkat ke Paroki Chuka sebagai pastor paroki Afrika pertama. Dia kemudian menjabat sebagai rektor Seminari Filsafat St. Joseph di Nairobi sampai pengangkatannya pada tanggal 9 Juni 1986 sebagai Uskup pertama di Embu. Dia ditahbiskan sebagai uskup pada 20 September tahun itu dan kemudian Koajutor Uskup Agung Nyeri pada 23 Januari 2002. Dari 2005-2006, dia adalah Administrator Apostolik Vikariat Isiolo. Ia juga Administrator Apostolik Keuskupan Murang’a (2006-2009).

Pada 6 Oktober 2007 dia diangkat menjadi Uskup Agung Nairobi.

Dia telah menjadi ketua berbagai komisi, seperti komisi Episkopal untuk seminari besar di Kenya dan Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Episkopal Kenya.

Dari 2006 hingga 2015 dia adalah presiden Konferensi Episkopal Kenya.

Dia berpartisipasi dalam Sidang Umum Luar Biasa III Sinode Para Uskup (Oktober 2014) pada Tantangan Pastoral Keluarga dalam Konteks Evangelisasi dan dalam Sidang Umum Biasa XIV pada Panggilan dan Misi Keluarga di Gereja dan Dunia Kontemporer (Oktober 2015).

Dia berpartisipasi dalam konklaf Maret 2013, yang memilih Paus Francis.

Dibuat dan diproklamasikan Kardinal oleh Benediktus XVI dalam konsistori 24 November 2007, Judul Darah Paling Berharga Tuhan Kita Yesus Kristus (Darah Paling Berharga Tuhan Kita Yesus Kristus).

Source : Keluaran HK