labod Januari 1, 2021
Paus menunjuk Uskup untuk Selandia Baru, Pakistan


Paus Francis menunjuk Uskup Paul Martin sebagai Coadjutor Archbishop of Wellington, NZ; dan Pastor Khalid Rehmat sebagai Vikaris Apostolik Quetta, Pakistan.

Paus Fransiskus pada hari Jumat menunjuk Uskup Paul Martin, SM, sebagai Uskup Agung Coadjutor dari Keuskupan Agung Metropolitan Wellington, Uskup NZ Martin telah melayani sebagai Uskup Keuskupan Christchurch sejak 2018.

Latar belakang Uskup Paul Martin

(Atas kebaikan Keuskupan Christchurch, Selandia Baru)

Diakon yang ditahbiskan: 15 November 1992
Penahbisan imam: 4 September 1993
Uskup yang ditahbiskan: 3 Maret 2018

Uskup Paul lahir di Hastings dan merupakan satu dari lima bersaudara. Dia menghadiri sekolah dasar di St Joseph di Hastings dan sekolah menengah di St John’s College.

Pada tahun 1985 ia memasuki formasi Serikat Maria. Pada tahun 1991 ia menghabiskan waktu bekerja di Komunitas Aborigin di Northern Territory, Australia. Pada tahun 1993 ia menyelesaikan gelar Sarjana Muda dalam Teologi Suci di Universitas Angelicum Roma dan belajar untuk menjadi seorang guru.

Setelah kembali ke Selandia Baru, Uskup Paul bertugas sebagai pengajar, termasuk St Bede’s College. Pada tahun 2014, Uskup Paul adalah Asisten Bursar Provinsi dan Provinsi untuk Serikat Maria, sebelum menjabat sebagai Bursar Jenderal di Roma.

Paus Francis menunjuk Paul Martin sebagai Uskup Christchurch pada 5 Desember 2017. Dia ditahbiskan sebagai Uskup pada 3 Maret 2018, dan dilantik sebagai Uskup Christchurch pada hari berikutnya.

Daftar riwayat hidup Pastor Khalid Rehmat

Juga pada hari Jumat, Paus Francis menunjuk Pastor Khalid Rehmat, OFM Cap., Yang telah melayani sebagai Penjaga ‘Penjaga Kapusin Mariam Siddeeqa’ di Pakistan.


Pastor Khalid Rehmat, OFM Cap.

Khalid Rehmat, lahir pada tanggal 5 Agustus 1968 di Mianwali, Keuskupan Islamabad-Rawalpindi. Sebelum memasuki kehidupan beragama, dia adalah seorang guru di sekolah dasar.

Ia menyelesaikan pembinaan imamatnya di Seminari Tinggi St. Mary di Lahore, mengucapkan kaul kekal pada 28 Desember 2007.

Dia ditahbiskan menjadi imam pada 16 Agustus 2008.

Setelah ditahbiskan menjadi imam, beliau menduduki posisi sebagai berikut: Pembantu Rektor Rumah Pembinaan Friars Minor Kapusin di Lahore (2008-2011); guru di Seminari Menengah St Mary, di rumah pembinaan para Bapa Fransiskan (2008-2014) dan di Program Antar Jemaat, di Lahore (2010-2014); Koordinator Komisi Pendidikan Wakil Provinsi Ordo Kapusin Friars Minor di Pakistan (2011-2014); Editor majalah Catholic Naqeeb (sejak 2013) dan Anggota Kolese Konsultan Keuskupan Agung Metropolitan Lahore (2015-2017); Anggota Komisi Biblika Keuskupan Agung Lahore (2016-2017); Koordinator Komisi Ekonomi Wakil Provinsi Ordo Kapusin Kecil di Pakistan (2017-2020); Pastor Paroki Our Lady of Mount Carmel di Adah, Sialkot, di Metropolitan Archdiocese of Lahore (2014-2020); dan Anggota Dewan Provinsi para Bapa Kapusin, hingga Oktober 2020.

Selanjutnya, ia menjadi Kustos dari Ordo Kapusin Friars Minor di Pakistan.

Source : Keluaran HK